PDIP: Serangan Prabowo di Debat Kedua 20 Kali, Jokowi Balas 11
Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut serangan dari capres Prabowo Subianto ke petahana Joko Widodo sebanyak 20 kali. Jokowi disebutnya hanya membalas sebanyak 11 kali.
"Debat itu bukan untuk semata-mata memperkuat dari pendukungnya agar semakin kokoh memilih, tetapi yang lebih penting juga ditunjukkan kepada swing voters itu, dan itulah Pak Jokowi menampilkan dengan tampil kalem meskipun banyak diserang, kan serangannya ada 20, Pak Jokowi membalasnya 11," ujar Hasto di gedung DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).
Hanya, Hasto tak merinci apa saja serangan yang dimaksud. Sementara itu, soal swing voters, ia meyakini akan beranjak memilih Jokowi-Ma'ruf Amin seusai debat kedua pilpres lalu. Terutama swing voters yang termasuk kelas menengah, seperti pelajar dan mahasiswa. Swing voters tersebut, menurutnya, malah sudah menyatakan dukungan ke pasangan nomor urut 01 itu.
"Jadi ini yang dinilai positif swing voters, siapa itu swing voters? Salah satu elemennya adalah kelompok menengah, inilah yang kemudian dengan banyaknya deklarasi dari perguruan tinggi, dari alumni SMA," ucap Hasto.
Menurut Hasto, pemahaman Jokowi dalam bidang infrastruktur dan pengembangan bidang unicorn juga membuat elektabilitasnya meningkat. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menjelaskan hal itu berarti Jokowi dapat memahami apa yang menjadi harapan generasi muda Indonesia.
"Kemudian pemahaman Pak Jokowi di dalam mendorong infrastruktur, pengembangan unicorn inilah yang membuat elektoral Pak Jokowi semakin meningkat, artinya Pak Jokowi memahami seluruh harapan yang menjadi mimpi dari kaum muda Indonesia," katanya.
"Jadi memimpin itu pijakannya adalah orientasi dan pemahaman terhadap masa depan yang diikuti oleh kemampuan dalam menyelesaikan masalah saat ini, jadi bukan segala sesuatunya dijawab dengan ketakutan terhadap impor pangan, ketakutan terhadap asing, yang dilakukan Pak Jokowi adalah sebuah progres untuk membuat Indonesia bisa lebih berdaulat dari seluruh aspek kehidupan," lanjut Hasto.
Sebelumnya, setelah debat capres putaran kedua, Para Syndicate menilai para pemilih yang masih ragu akan berlabuh ke Jokowi. Hal itu disebabkan Jokowi lebih baik dalam memaparkan capaian, program, dan rencana selanjutnya. Sedangkan Prabowo Subianto disebut tidak menjelaskan solusi masalah secara konkret.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ibukota Dipindahkan, Anies Ingin Jadikan Jakarta Menjadi ... JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk me...
-
hay semua nya kembali nih diblog saya dimana dikesempatan kali ini kita akan membahas untuk nuyul admob kalian bisa juga lihat videeo d...
-
United States(US) nilai rata-rata cpc 0.30-3$ nilai maksimal cpc 15$ ctr 2-3% United Kingdom (UK) nilai rata-rata cpc 0.10-2$ nilai...
-
Follow dan dapatkan Rp 3600 uang di kwai saya juga untuk berbagai video hiburan lainnya https://m.kwai.com/o/indo/invite/friends?key=bUh0N...
No comments:
Post a Comment